Arsip Blog

5 Sepatu Olahraga Termahal di Dunia

Jika dipikir lagi rasanya sayang menggunakan sepatu ini.

Ya, sepatu-sepatu olahraga di bawah ini, memiliki harga yang fantastis. Si pemilik pastinya berduit dengan pendapatan wah!

Mari lihat jajaran sepatunya di bawah ini seperti yang diberitakan bornrich.com.

 

1. Diamond Studded Nike Boots (US$ 218.000 / Rp 1,962 miliar)

Sepatu olahraga asal pabirkan Nike ini diyakini masih yang termahal hingga kini. Sepatu ini dipakai oleh pesepakbola Inggris John Terry, Wayne Rooney dan Rio Ferdinand. Read the rest of this entry
Iklan

10 Pemain Sepakbola yang Pingsan di Lapangan Lalu Meninggal

Pemain Bolton Wanderes, Fabrice Muamba jatuh pingsan ketika bertanding melawan Tottenham Hotspurs pada laga perempat final Piala FA, di White Hart Lane Minggu (18/3/2012) WIB. Muamba terjatuh pingsan pada menit 42. Fabrice Muamba segera dilarikan ke rumah sakit. Pertandingan kemudian dihentikan oleh wasit Howard Webb.
 
Berikut ini merupakan daftar pemain sepak bola yang meninggal ketika bertanding :
 

 

1. Marc-Vivien Foe
Pemain tim nasional Kamerun ini pingsan ketika bermain di Piala Konfederasi 2006 di Lyon, Perancis melawan Kolombia 26 Juni 2003. Foe tiba-tiba terjatuh di tengah lapangan. Foe meninggal beberapa saat kemudian.
 

 

2. Antonio Puerta
Pemain klub Sevilla tersebut mengalami gagal jantung ketika menghadapi Getafe 28 Agustus 2007 pada partai pembuka La Liga.
 
3. Jumadi Abdi
Gelandang Indonesia yang bermain untuk Bontang FC ini mengalami benturan keras ketika bertanding melawan Persela Lamongan pada tanggal 7 Maret 2009. Delapan hari kemudian, pemain berumur 26 tahun ini meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif. Jumadi meninggal akibat kerusakan di sejumlah organ vital bagian dalam.
 

 

4. John Tomson
John Tomson merupakan mantan kiper Glasgow Celtic yang meninggal setelah bertabrakan dengan pemain Glasgow Rangers ketika laga Old Firm di Stadion Ibrox pada 5 September 1931. John Tomson meninggal dalam usia 22 tahun.
 

 

5. Hugo Cunha
Pemain tengah klub Portugal Uniao Leiria ini pingsan kemudian meninggal dalam sebuah pertandingan persahabatan pada bulan Juni 2005. Hugo Cunha meninggal dalam usia 28 tahun
 

 

6. Marcio Dos Santos
Striker Brazil berumur 28 tahun ini meninggal akibat serangan jantung beberapa jam setelah mencetak gol pada Oktober 2002. Dos Santos adalah pemain tim Peru, Deportivo Wanka.
 

 

7. Miklos Feher
Pemain Benfica ini pingsan akibat serangan jantung dalam pertandingan liga Portugal melawan Vitoria Guimaraes pada 24 Januari. Pemain tim nasional Hongaria ini tewas dalam umur 24 tahun
 

 

8. Dave Longhurst
Pemain York City berumur 25 tahun ini tewas setelah pingsan selama dua menit dalam pertandingan melawan Lincoln City pada September 1990. Hasil otopsi menunjukkan Longhurst meninggal akibat masalah jantung.
 

 

9. Samuel Okwaraji
Pemain Nigeria Samuel Okwaraji pingsan selama 10 menit ketika melakoni pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Angola di lagos pada Agustus 1989. Okwaraji meninggal karena penyakit jantung.
 

 

10. Serginho
Bek sao Caetano ini meninggal karena mengalami masalah pernafasan ketika bertanding melawan Sao Paulo pada Oktober 2004.

6 Fakta tentang sepakbola yang unik

1. Carlos Caszely (pemain Chili) adalah pemain yang terkena kartu merah pertama di Piala Dunia, tgl, 14 Juni 1974

2. Kiper Arthur Wharton adalah pemain profesional berkulit hitam pertama. Dia lahir di Ghana dan bermain untuk tim liga Inggris Rotherham United tahun 1889

3. Tahun 1950, India menarik diri dari Piala Dunia karena tidak diijinkan bermain tanpa alas kaki

4. Tahun 1957, hanya tersisa 30 menit, Charlton Athletic berhasil membalikkan skor dari ketinggalan 5-1 atas Huddersfield Town menjadi kemenangan 7-6!

5. Tahun 1998, wasit Inggris Martin Sylvester mengeluarkan dirinya sendiri dengan kartu merah sesaat setelah memukul seorang pemain pada pertandingan The Andover dan District Sunday!

6. Skor Terbesar Di Dunia Dalam Pertandingan Internasional adalah 31-0. Yang Bertanding adalah Timnas Australia melawan Timnas Samoa Amerika
 

 

10 Persaingan Terhebat Club Sepakbola Dunia Sepanjang Waktu

Sepak bola, permainan yang indah, bisa menjadi masalah hidup & mati untuk beberapa klub & pendukungnya. Budaya, serta daerah, perbedaan berkontribusi terhadap keganasan ini & penampilan pemain dalam pertandingan tersebut memutuskan apakah mereka akan selamanya dicintai atau dibenci. Sebuah kesalahan atau momen magic sesaat dapat menciptakan sejarah, tetapi juga dapat mengakibatkan perkelahian, bentrokan & kerusuhan.
Berikut adalah 10 Persaingan Terhebat Club Sepakbola Dunia Sepanjang Waktu .

10. Corinthians vs Palmeiras
Derby Paulista adalah nama yang dikenal di kalangan São Paulo, Sport Club Corinthians Paulista dan Sociedade Esportiva Palmeiras. Ini adalah persaingan antara dua klub sepak bola yang masih aktif di kota tertua dari São Paulo. Derby Paulista masuk di antara 10 derbi klasik terbesar di dunia.

Sebuah persaingan besar di negara bagian Brasil São Paulo, Corinthians vs Palmeiras selalu menarik banyak perhatian ketika mereka berhadapan satu sama lain. Ada buku dan film yang menceritakan tentang persaingan ini, termasuk versi Romeo dan Juliet dimana Corinthians dan Palmeiras mengisi posisi Montague dan Capulets.

9. Nacional vs Penarol
Salah satu derby klasik sepak bola dunia, sejak akhir abad 19, yaitu konfrontasi antara dua tim terbesar Montevideo: Nacional dan Penarol. Kedua tim ini telah memainkan peran besar dalam mengembangkan sepak bola Amerika Selatan, dihormati di Amerika dan seluruh dunia, meskipun kesuksesan Internasional mereka meredup saat ini. Bersama-sama mereka
mendapat 8 Copa Libertadores dan 6 Piala Intercontinental.

Pada 14 April 1990, derbi ini berakhir imbang 0-0 dan menghasilkan 22 kartu merah, 11 untuk masing-masing pihak, (Nacional- 9 pemain di lapangan dan 2 pemain cadangan). Pertandingan berakhir pada menit 85 ‘ karena peraturan sebuah pertandingan tidak boleh kurang dari 7 pemain. 26 November 2000, pertandingan berakkhir imbang 1-1, dan berakhir dengan konfrontasi lain, di mana 9 pemain harus menghabiskan sebulan di
penjara, bersama dengan salah satu pelatih. Dua edisi pertandingan dimainkan di luar negeri, satu di La Plata (Argentina) pada tahun 1960, yang lain di La Coruña (Spanyol) pada tahun 2005, karena risiko keramaian & perkelahian.

8. Fenerbahce vs Galatasaray
Fenerbahçe SK vs Galatasaray SK adalah persaingan dua klub paling sukses di Lig Süper, Turki. Ini juga merupakan derby lokal, salah satu dari sekian banyak klub di Istanbul.

Persaingan ini sudah ada lebih dari satu abad, dan telah berkembang menjadi salah satu yang paling intens dan paling parah, biasanya menarik penonton besar. Kedua klub saling bersaing untuk title klub sepakbola paling sukses di Turki. Departemen sepakbola mereka selalu menjadi yang paling menarik di kalangan fans mereka, tetapi persaingan juga
meluas hingga ke cabang olahraga lain seperti basket, voli, atletik, dayung.
Galatasaray SK dinilai lebih sukses, setelah memenangkan 68 gelar resmi dibandingkan 66 gelar Fenerbahçe SK. Fenerbahe SK paling berhasil dalam head-to-head mereka, sementara Galatasaray SK membanggakan diri dari prestasi mereka dalam memenangkan UEFA 2000, Final Piala UEFA 2000 dan Piala Super, menjadi satu-satunya tim Turki sejauh ini.

7. Internazionale vs Milan
Derby della Madonnina, atau biasa dikenal Derby Milan, adalah pertandingan sepakbola antara klub Italia: Associazione Calcio Milan dan Internazionale Milano Football Club. Ini adalah derby lokal dan merupakan salah satu derby paling dinanti di dunia sepakbola. Bersama dengan derby Roma dan Turin, dianggap sebagai salah satu derbi lintas kota terbesar di Serie A, begitu intensnya sehingga hanya wasit pilihan saja yang dapat memimpin pertemuan tim ini. Pertemuan mereka dua kali dalam setahun di liga Italia Seri A, namun, derby juga terjadi di Coppa Italia dan Liga Champions.

Ini adalah satu-satunya derby di Eropa yang dimainkan oleh dua tim yang telah juara Eropa dan dunia. Hal ini disebut “Derby della Madonnina” untuk menghormati salah satu tempat wisata utama dari kota Milan, patung Bunda Maria di atas Duomo, yang biasanya disebut “Madonnina”.

6. Liverpool vs Manchester United
Sejarah antara Liverpool dan Manchester United adalah salah satu persaingan yang paling signifikan di sepak bola, kadang-kadang disebut sebagai North West derby. Kedua klub berasal dari North West of England, mereka juga dua tim paling sukses di Inggris, dan di antara mereka bahwa mereka telah memenangkan penghargaan 116. Manchester united
mendapatkan 19 gelar liga, melewati Liverpool dengan 18 gelar liga di Inggris. Meskipun Liverpool sukses di Inggris, mereka gagal memenangkan Liga Premier, sejak didirikan pada tahun 1992.
5. Internazionale vs Juventus
Nama Derby d’Italia (Italia untuk “Derby Italia”) diciptakan kembali pada tahun 1967, oleh wartawan olahraga yang terkenal Italia Gianni Brera , sebagai program sepakbola dua tahunan di sepakbola Italia antara Internazionale Milan dan Juventus Turin. Nama itu juga diberikan untuk dua tim dengan jumlah tertinggi penghargaan internasional dan nasional.

Pertarungan antara Juventus dan Inter adalah salah satu pertandingan derby paling intens di Italia, antara dua tim bukan dari kota yang sama. Kedua tim juga peringkat pertama dan kedua dalam kemenangan dan gol dalam sejarah Serie A. Pertandingan dua klub ini juga merupakan pertandingan antara dua klub yang belum pernah terdegradasi dari Serie A (sebelum skandal Calciopoli).

4. Boca Juniors vs River Plate

Superclásico adalah nama yang digunakan untuk menggambarkan pertandingan sepak bola di Argentina Buenos Aires antar Boca Juniors dan River Plate. Ini berasal dari bahasa Spanyol “Clasico” yang berarti berarti derby, dengan awalan “super” digunakan untuk dua klub adalah klub paling populer dan sukses di sepak bola Argentina. Karena basis penggemar yang sangat besar (Boca memiliki 40% dari populasi Argentina dan River 33%),
dan keberhasilan yang luar biasa, permusuhan yang mencakup bagian utama dari rakyat negara itu. Dikenal di seluruh dunia untuk semangat para fans yang selalu berdiri dan bernyanyi dengan lagu-lagu semangat (sering didasarkan pada lagu-lagu populer band rock Argentina) melawan saingan mereka, kembang api, bendera dan kertas, dan kadang-kadang berakhir dalam kerusuhan, atau tawuran dengan polisi. Wisatawan dari seluruh dunia
datang ke Argentina untuk menonton pertandingan, kadang-kadang bahkan dengan paket yang mencakup tiket ke Superclásico tersebut.

Superclásico ini dikenal dunia sebagai salah satu derby paling sengit dan paling penting. Pada bulan April 2004, surat kabar Inggris, The Observer, menempatkan Superclásico di bagian atas daftar mereka “50 olahraga harus Anda lakukan sebelum anda mati”, dan mengatakan bahwa “Derby di Buenos Aires membuat game terlihat pertandingan sepakbola SD “

3.Rangers vs Celtic
Salah satu derby terbesar dan paling intens di dunia, antara tim Skotlandia Celtic dan Rangers, lebih dari pertandingan sepak bola – persaingan ini sudah memasuki agama, politik dan sikap sosial menentang terhadap satu sama lain. Kedua klub bermain di Glasgow, Skotlandia, dan pertandingan merupakan salah satu derby tertua di dunia, 1888.

Derby Lama ini juga merupakan salah satu pertandingan yang paling diperebutkan di dunia, dengan lebih dari 370 game yang telah dimainkan. Pertandingan yang dimainkan baik di Ibrox Stadium dengan 51.000 fans, atau Celtic Park di depan 60.000. Dalam beberapa kasus, pertandingan dimainkan di Hampden Park, jika skor imbang terjadi dalam Piala Skotlandia atau final Piala Liga Skotlandia atau semi-final. Kedua tim telah memenangkan banyak gelar, namun saat ini Rangers di depan Celtic dengan 53 gelar liga berbanding 42 untuk Rangers.

Persaingan ini dianggap oleh orang banyak menjadi salah satu yang paling kuat di dunia, dengan atmosfer yang luar biasa dan nyanyian yg keras. Rangers dianggap sebagai klub Protestan dengan pendukung Unionis, sementara Celtic dianggap klub Katolik dengan pendukung Republik dan Nasionalis. Ini telah lama memiliki hubungan dengan konflik politik di Irlandia Utara, dengan ribuan penggemar dari Irlandia Utara dan Republik
Irlandia melakukan perjalanan ke Skotlandia untuk pertandingan ini. Memang, persaingan antara kedua klub sangat besar bahwa hanya lima pemain yang pernah pindah antar klub.

Pada tahun 1980, sekitar 9.000 penggemar berkelahi di lapangan setelah kemenangan 1-0 Celtic di Final Piala Skotlandia di Hampden. Ini adalah invasi terburuk ke dalamlapangan sepakbola yang pernah dilaporkan. Sebuah kelompok aktivis yang memonitor aktivitas sektarian di Glasgow telah melaporkan bahwa pada akhir pekan, penerimaan ke ruang gawat darurat rumah sakit meningkat sembilan kali lipat lebih banyak biasanya,
dan wartawan Franklin Foer mencatat bahwa dalam periode 1996-2003, delapan kematian di Glasgow secara langsung terkait dengan pertandingan, dan ratusan serangan.

2. Lazio vs Roma
Derby della Capitale (bahasa Inggris: Derby ibukota) adalah derby sepak bola setempat di Roma, Italia, antara dua tim utama kota, Lazio dan Roma. Hal ini dianggap sebagai derby paling sengit di negara itu diantara derby lokal lainnya, Derby della Madonnina (Milan derby) dan Derby della Mole (Turin derby), dan salah satu yang terbesar dan derby ibukota diperhatikan di Eropa. Derby ini ditandai dengan kerumunan besar, kegembiraan, kekerasan dan – baru-baru – spanduk rasis di stadion.

Beberapa insiden ekstrim telah meninggalkan jejak mereka pada sejarah fixture ini. Pada tahun 1979, suporter Lazio Vincenzo Paparelli terkena lemparan kembang api oleh seorang penggemar Roma dari ujung stadion di mata dan terbunuh, menjadi korban tewas pertama dalam sepakbola Italia karena kekerasan. Pada tahun 2004 sebuah peristiwa yang belum
pernah terjadi sebelumnya ketika ultras Roma memaksa pertandingan harus dihentikan setelah menyebarkan rumor palsu di antara kerumunan bahwa seorang anak telah dibunuh oleh polisi sebelum pertandingan. Dalam derby terakhir, pada bulan Desember 2009, wasit menghentikan bermain selama sekitar tujuh menit, hanya 13 menit setelah memasuki babak pertama, karena kembang api yang dilemparkan ke lapangan. Derby pada tanggal 21 Maret 2004, diberhentikan empat menit memasuki babak kedua, dengan skor imbang 0-0, ketika kerusuhan pecah di tribun dan presiden Liga Sepakbola Italia, Adriano Galliani, memerintahkan wasit Roberto Rosetti untuk menangguhkan pertandingan. Setelah pertandingan ditunda, pertempuran di antara para penggemar dan antara penggemar dan polisi pun terjadi, stan-stan dibakar dan orang-orang melarikan diri stadion, akhirnya menghasilkan lebih dari 13 penangkapan dan lebih dari 170 luka-luka di kalangan polisi sendiri.

1.Real Madrid vs Barcelona
Persaingan antara FC Barcelona dan Real Madrid, di Spanyol, yang umumnya dianggap yang terbesar di sepak bola, dan mirip dalam konteks ke Celtic – Rangers. Dari awalnya, dua klub ini dipandang sebagai wakil dari dua daerah saingan di Spanyol, Catalonia dan Castile. Pada tahun 1950, persaingan menjadi lebih intensif ketika Barca gagal mendatangkan Alfredo di Stefano, yang akhirnya bermain untuk Real Madrid dan merupakan
kunci dalam keberhasilan yang dicapai oleh Madrid.

Barcelona dan Real Madrid adalah dua klub terbesar, dan paling sukses, di Spanyol, juara liga selalu diantara dua klub ini. Madrid telah memenangkan lebih banyak juara La Liga dan Liga Champions, tapi Barca telah lebih banyak dalam memenangkan Piala lebih Spanyol, Piala Winners dan Piala UEFA. Juga Barca menjadi tim Spanyol pertama yang memenangkan treble (2008-2009). Pada tahun 2009, mereka memenangkan enam kompetisi,
menjadi tim pertama yang memenangi semua kompetisi dalam satu tahun. Persaingan ini juga telah diperkuat oleh pemain bintang Real Madrid dan Barcelona yang membelot kepada klub saingan-mereka. Pemain terkenal Barcelona yang kemudian bermain untuk Real Madrid Bernd Schuster (1988), Michael Laudrup (1994) dan Luís Figo (2000). Luis Enrique
berpindah dari Real Madrid ke Barcelona pada 1996 dan menjadi kapten Blaugrana.

Sebuah survei 2007 oleh Centro de Investigaciones Sociológicas menentukan bahwa Real Madrid adalah tim dengan pendukung terbesar di Spanyol dengan 32,8% dari penggemar sepak bola, sementara Barcelona hanya 25,7%. Tim berikutnya, Valencia CF 5,3%. Barcelona pada gilirannya tampaknya menjadi tim paling populer di Eropa. Menurut sebuah survei yang dibuat oleh SPORT + Markt pada tahun 2009, Barcelona memiliki sekitar 44,2
juta pendukung di seluruh Eropa, yaitu sekitar 2,9 juta lebih dari jumlah pendukung Real Madrid.

7 Film Terbaik Sepak Bola yang Wajib Ditonton

 
Bicara tentang industri sepak bola tak hanya terkait perlengkapan olahraga, seperti sepatu, kostum, decker, atau pelindung tulang kering. Pengalaman nyata atau inspirasi dari dunia sepak bola juga menarik industri perfilman untuk mewujudkannya dalam produk audio-visual yang menghibur dan menginspirasi orang banyak.

Situs EPL Talk merilis tujuh film bertema sepak bola yang wajib ditonton sepanjang masa, baik dengan genre drama maupun komedi. Namun, mereka tidak menutup kemungkinan tambahan film-film bertema sepak bola lainnya yang difavoritkan. Berikut adalah tujuh film tersebut:


1. The Two Escobars

Bintang: María Ester Escobar, Francisco Maturana, dan Alexis García V
Film ini bercerita tentang dua orang Kolombia, yang satu adalah pemain sepak bola, satu lagi adalah anggota mafia obat-obatan terlarang. Si pemain, Anders Escobar, memimpin perkembangan permainan tim nasional Kolombia di lapangan dan menjadikan tim mereka menjadi tim kuda hitam dalam Piala Dunia 1994. Sementara itu, si ketua geng kartel narkoba, Pablo Escobar, memimpin Kolombia ke dalam perang berdarah di jalanan yang berjuang untuk mengukuhkan kekuasaan.

Film dokumenter ini menceritakan tentang dua orang yang memiliki kisah hidup yang berseberangan, tetapi berkuasa mengubah tatanan di suatu negara. Film dokumenter ini dinilai memukau, sangat emosional, dan menyampaikan pesan-pesan dengan kuat.


2. Zidane: A 21st Century Portrait

Bintang: Zinédine Zidane, David Beckham
Film dokumenter tahun 2006 ini bercerita tentang pertandingan 90 menit yang dilakoni salah satu bintang legendaris dunia, Zinedine Zidane. Kisah Zidane difilmkan dalam laga Real Madrid melawan Villareal pada 23 April 2005 dengan menggunakan 17 kamera yang disinkronkan dengan gerakannya selama pertandingan, bahkan pada saat diam.

Film ini diiringi musik latar belakang dari kelompok musik beraliran band eksperimental asal Skotlandia, Mogwai, yang menghadirkan nuansa merenung dalam film tersebut.


3. Once In A Lifetime: The Extraordinary Story of the New York Cosmos

Bintang: Pelé, Giorgio Chinaglia, dan Matt Dillon
Kebangkitan dan kejatuhan Liga Sepak Bola Amerika Utara dan tim raksasa AS, New York Cosmos, berjalan bersamaan. Film ini bercerita tentang awal berdirinya Cosmos pada akhir 1960-an sampai kemudian berakhir pada tahun 1985. Keserakahan, tujuan, dan perempuan menjadi formula kisah indah dalam film ini.

Cosmos memiliki pemain-pemain terkenal di dunia, seperti Pele, Franz Beckenbauer, Carlos Alberto, dan Giorgio Chinaglia. Tim ini adalah tim penuh bintang yang orisinal di dunia sepak bola.

Film dokumenter ini menampilkan wawancara dengan banyak mantan bintang Liga Sepak Bola Amerika Utara, kecuali Pele, serta rekaman pertandingan dan narasi oleh aktor Matt Dillon.


4. Fever Pitch

Bintang: Colin Firth, Ruth Gemmell, dan Luke Aikman
Ini berbeda dengan film versi Amerika Serikat yang berkisah tentang baseball, Fever Pitch ini adalah interpretasi dalam bentuk film dari novel Nick Hornby. Ini bercerita tentang kebingungan seorang pria dengan cintanya terhadap sepak bola dan seorang wanita.

Film ini berfokus pada Colin Firth yang berperan sebagai Paul Ashworth, seorang guru sekolah London utara. Ashworth adalah penggemar fanatik Arsenal yang jatuh cinta dengan rekan sekerjanya. Film ini bercerita tentag upaya Ashworth untuk memperjuangkan dua cinta ini agar terus stabil. Pasalnya, dalam pengalaman Ashworth, keduanya selalu berbenturan. EPL Talk mencatat, cara bertutur dalam film ini tidak sebagus bukunya.


5. The Firm

Bintang: Gary Oldman, Lesley Manville, dan Philip Davis
Gary Oldman membintangi film tahun 1988 ini yang bertutur tentang kehidupan suporter fanatik sepak bola Inggris, hooligans. Film ini kemudian mengilhami film-film tentang hooligans lainnya, seperti The Football Factory dan Green Street Hooligans.

Film ini bercerita tentang kegiatan West Ham’s Inter City Firm serta tindakan kasar mereka selama tahun 1970-an dan 1980-an. Clive Bissel adalah seorang lelaki tua yang hidup dalam dua lingkungan, keluarga yang manis dan para suporter fanatik sepak bola. Sepanjang film, Bssel mencoba untuk mengombinasikan dua kehidupan utamanya itu, tetapi tidak berhasil. Lebih dari 20 tahun sejak dirilis, The Firm masih didapuk sebagai film tentang hooligans yang paling menentukan.


6. The Damned United

Bintang: Colm Meaney, Henry Goodman, dan David Roper
Film ini dibuat berdasarkan novel David Pearce pada tahun 2007 dengan judul yang sama, The Damned United, mengenai keberhasilan manajer sepak bola yang eksentrik, Brian Clough, di Derby County serta kisahnya saat 44 hari bertugas di Leeds United. Film ini dibintangi Michael Sheen sebagai Clough, dan Timothy Spall sebagai tangan kanannya, Peter Taylor. Meskipun buku dan film didasarkan pada kisah nyata, tetapi cara bertutur Pearce membuat pekerjaan ini begitu memikat.


7. Escape to Victory (Victory)

Bintang: Michael Caine, Sylvester Stallone, Bobby Moore, dan Pelé
Caine, Stallone, Pele, dan Moore bermain bersama dalam film yang bertutur tentang kisah sepak bola klasik pada tahun 1981. Film ini merupakan interpretasi dari film asal Hongaria pada tahun 1961, Two Halftimes in Hell, yang dibuat berdasarkan kisah nyata di Ukraina selama perang dunia kedua.

Dalam film Escape to Victory, kisahnya berfokus pada sekelompok tahanan perang pihak sekutu yang ditantang oleh sejumlah tentara Jerman yang percaya bahwa laga ini akan menjadi langkah propaganda yang brilian. Tanpa direncanakan, laga ini malah menjadi kesempatan bagi mereka untuk melarikan diri. Film ini sangat kental dengan nuansa sepak bola klasik.

Selain tujuh film terekomendasi ini, EPL Talk juga menunjuk film berjudul Pelada sebagai film yang wajib ditonton. Film dokumenter sepak bola yang dinilai sangat memberikan inspirasi ini bercerita tentang Luke dan Gwendolyn, dua mantan bintang sepak bola di perguruan tinggi yang tidak bisa melaju bermain ke tingkat profesional.

Pelada adalah kisah perjuangan orang-orang yang bermain sepak bola dari tahanan di Bolivia ke minuman keras ilegal di Kenya, dari freestylers di China sampai wanita yang bermain dengan jilbab di Iran. Film ini diklaim segera mendorong siapa pun yang menontonnya untuk mencintai sepak bola.

Kisah dari Indonesia
Tak hanya tujuh film ini, masih banyak pula film-film bertema sepak bola yang bisa ditonton untuk mengisi waktu akhir pekan. Tak terkecuali, film-film sepak bola di Indonesia. Salah satunya, Garuda di Dadaku.

Film besutan Ifa Isfansyah yang dirilis pada tahun 2009 ini bercerita tentang kisah perjalanan seorang bocah kelas 6 SD, Bayu, yang memiliki mimpi untuk menjadi pemain sepak bola untuk mengharumkan nama bangsa dan negaranya. Dengan tekun, Bayu berlatih hari demi hari dan kemudian berupaya mengikuti seleksi tim nasional yunior dengan didukung oleh teman-temannya. Sayang, upaya ini ditentang oleh Usman, kakek Bayu.

Film yang musik pengiringnya menjadi hits sampai saat ini dibintangi oleh aktor dan aktris terkenal, seperti Ikranegara, Maudy Koesnaedi, dan Ari Sihasale, serta aktor muda, Emir Mahira. Sekuel film ini sudah hadir dengan judul Garuda di Dadaku 2.

10 Pemain Sepakbola yang Pingsan di Lapangan Lalu Meninggal

Pemain Bolton Wanderes, Fabrice Muamba jatuh pingsan ketika bertanding melawan Tottenham Hotspurs pada laga perempat final Piala FA, di White Hart Lane Minggu (18/3/2012) WIB. Muamba terjatuh pingsan pada menit 42. Fabrice Muamba segera dilarikan ke rumah sakit. Pertandingan kemudian dihentikan oleh wasit Howard Webb.
 
Berikut ini merupakan daftar pemain sepak bola yang meninggal ketika bertanding :
 

 

1. Marc-Vivien Foe
Pemain tim nasional Kamerun ini pingsan ketika bermain di Piala Konfederasi 2006 di Lyon, Perancis melawan Kolombia 26 Juni 2003. Foe tiba-tiba terjatuh di tengah lapangan. Foe meninggal beberapa saat kemudian.
 

 

2. Antonio Puerta
Pemain klub Sevilla tersebut mengalami gagal jantung ketika menghadapi Getafe 28 Agustus 2007 pada partai pembuka La Liga.
 
3. Jumadi Abdi
Gelandang Indonesia yang bermain untuk Bontang FC ini mengalami benturan keras ketika bertanding melawan Persela Lamongan pada tanggal 7 Maret 2009. Delapan hari kemudian, pemain berumur 26 tahun ini meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif. Jumadi meninggal akibat kerusakan di sejumlah organ vital bagian dalam.
 

 

4. John Tomson
John Tomson merupakan mantan kiper Glasgow Celtic yang meninggal setelah bertabrakan dengan pemain Glasgow Rangers ketika laga Old Firm di Stadion Ibrox pada 5 September 1931. John Tomson meninggal dalam usia 22 tahun.
 

 

5. Hugo Cunha
Pemain tengah klub Portugal Uniao Leiria ini pingsan kemudian meninggal dalam sebuah pertandingan persahabatan pada bulan Juni 2005. Hugo Cunha meninggal dalam usia 28 tahun
 

 

6. Marcio Dos Santos
Striker Brazil berumur 28 tahun ini meninggal akibat serangan jantung beberapa jam setelah mencetak gol pada Oktober 2002. Dos Santos adalah pemain tim Peru, Deportivo Wanka.
 

 

7. Miklos Feher
Pemain Benfica ini pingsan akibat serangan jantung dalam pertandingan liga Portugal melawan Vitoria Guimaraes pada 24 Januari. Pemain tim nasional Hongaria ini tewas dalam umur 24 tahun
 

 

8. Dave Longhurst
Pemain York City berumur 25 tahun ini tewas setelah pingsan selama dua menit dalam pertandingan melawan Lincoln City pada September 1990. Hasil otopsi menunjukkan Longhurst meninggal akibat masalah jantung.
 

 

9. Samuel Okwaraji
Pemain Nigeria Samuel Okwaraji pingsan selama 10 menit ketika melakoni pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Angola di lagos pada Agustus 1989. Okwaraji meninggal karena penyakit jantung.
 

 

10. Serginho
Bek sao Caetano ini meninggal karena mengalami masalah pernafasan ketika bertanding melawan Sao Paulo pada Oktober 2004.

10 Transfer Unik dan Aneh dalam Sepak Bola

Dalam satu dekade terakhir, sepak bola telah menjadi komoditas bisnis di mana uang banyak memainkan peranan demi hidupnya sebuah permainan dan kompetisi. Satu indikasi yang paling kentara adalah besarnya uang yang terlibat dalam transfer seorang pemain dari satu klub ke klub lain. 
Transfer Deal
Transfer pemain tak selamanya dinilai dengan uang
Cristiano Ronaldo masih memegang rekor sebagai pemain termahal ketika Real Madrid membelinya dari Manchester United dengan harga fantastis: 80 juta pound atau setara US$132 juta! 
Selain itu, Ronaldo juga menjadi pemain bola yang memiliki gaji tertinggi dengan bayaran hampir 11 juta pound per tahun! 

Namun jika dirunut ke belakang, dalam dunia sepak bola, ternyata transfer pemain tak selamanya dinilai dengan uang. Berikut sepuluh nilai transfer yang bisa dibilang cukup unik dan ‘aneh’: 

10. TONY CASCARINO 
Dari: Crokenhill ke Gillingham, 1982 
Transfer: Satu set perangkat latihan 
Rumor yang beredar tentang masa depan pemain timnas Republik Irlandia ini selalu menyebut bahwa ia dibayar dengan harga satu potong besi seng, namun Cascarino sendiri mengklaim jika Gillingham membayar dengan ‘beberapa peralatan latihan, baju olah raga dan barang-barang semacam itu’. 

9. GARY PALLISTER 
Dari: Billingham Town ke Middlesbrough, 1984 
Transfer: Satu set baju olah raga, satu tas bola dan jala gawang 
Pallister boleh saja mengukir prestasi bersama Manchester United, namun langkah pertamanya memasuki dunia sepak bola tak terlalu glamor ketika ia hijrah dari Billingham menuju tim lokal yang lebih ‘besar’: Middlesbrough di usia 19 tahun. Nilai yang diberikan The Boro sepertinya hanyalah apa yang terserak di sekitar tenda kamp latihan saat itu. United kemudian membelinya dengan nilai transfer yang menjadi rekor untuk seorang bek kala itu, yakni sebesar 2,3 juta pound di tahun 1989. 

8. KENNETH KRISTENSEN 
Dari: Vindbjart ke Floey, 2002 
Transfer: Udang segar senilai berat badannya 
Penyerang yang satu ini membuat sebuah gebrakan di divisi tiga Liga Norwegia dengan mencetak banyak gol hampir di setiap laga – hal yang menarik minat dari Floey. Yang terlihat aneh mungkin adalah bandrolnya yakni udang segar sebanyak berat badan Kristensen. Jumlah itu diukur dengan timbangan ala pertandingan tinju.

7. ZAT KNIGHT 
Dari: Rushall Olympic ke Fulham, 1999 
Transfer: 30 potong pakaian olah raga 
Pemain belakang yang mengemas 2 caps untuk timnas Inggris ini hengkang dari klub non-liga ke Fulham, secara teknis dengan status bebas transfer. ChairmanFulham, Mohamed Al-Fayed tak punya kewajiban untuk memberi apapun pada Rushall, namun sebagai wujud itikad baik ia mengirimkan 30 potong baju olah raga. 

6. ERNIE BLENKINSOP 
Dari: Cudworth ke Hull City, 1921 
Transfer: 100 pound plus satu tong bir 
Blenkinsop adalah seorang bek kiri yang memiliki caps lumayan untuk timnas Inggris yakni sebanyak 26 kali, bahkan menyandang ban kapten di beberapa laga. Namun awal kepindahannya dari klub kampung halaman ke Hull cukup sederhana: dengan sejumlah uang dan satu tong bir untuk menyenangkan mantan rekan satu timnya. 

5. IAN WRIGHT 
Dari: Greenwich Borough ke Crystal Palace, 1985 
Transfer: Satu set anak timbangan 
Ian Wright, yang di kemudian hari menjadi penggawa Inggris serta salah satu pemegang rekor gol terbanyak di Arsenal, sepertinya ditakdirkan untuk menjadi seorang tukang plester. Namun jalan hidupnya berubah ketika manajer Palace, Steve Coppell menyaksikan penampilannya bersama Greenwich Borough. Janjinya hijrah ke Palace ditukar dengan satu set anak timbangan, dan enam tahun kemudian ia menuju Arsenal berkat torehan 117 golnya. 

4. JOHN BARNES 
Dari: Sudbury Court ke Watford, 1981 
Transfer: Satu set baju olah raga 
Pemain yang kelak menjadi winger andalan Inggris serta legenda Liverpool ini masih berusia 17 tahun kala membela Sudbury Court, dan manajer Graham Taylor memberinya kesempatan seleksi di tim cadangan Watford. Terkesan dengan performa Barnes, satu set baju olah raga pun dikirim Watford ke Sudbury. Lima tahun kemudian, Liverpool ganti mengirim 900.000 pound ke Watford untuk memboyongnya. 

3. MARIUS CIOARA 
Dari: UT Arad ke Regal Hornia, 2006 
Transfer: 15 kilogram sosis babi 
Bek Rumania ini ditukarkan dengan 15 kilogram sosis babi, namun ia memutuskan pensiun satu hari sesudahnya dan klub barunya, Regal Hornia pun meminta sosis mereka kembali. Setelah hari itu, Cioara meninggalkan sepak bola dan memilih bekerja di pertanian Spanyol dan mengatakan bahwa momen tersebut adalah ‘sebuah penghinaan besar’. Tak cukup sampai di situ, mantan klubnya meminta kembali bayaran yang sudah mereka keluarkan – senilai satu hari makan malam untuk tim. 

2. ION RADU 
Dari: Jiul Petrosani ke Valcea, 1998 
Transfer: 2 ton daging 
Jiul Petrosani memutuskan untuk menjual gelandangnya ini demi dua ton daging sapi dan babi. Presiden klub menyatakan: “Kami akan menjual daging ini, kemudian membayar semua gaji pemain lainnya.” 

1. LIVIU BAICEA 
Dari: Jiul Petrosani ke UT Arad, 1999 
Transfer: 10 buah bola sepak 
Jiul Petrosani dan klub Rumania lainnya, UT Arad tampaknya memiliki kebiasaan untuk melakukan kesepakatan unik. Setelah menjual Radu untuk dua ton daging – Jiul juga menjual bek Liviu Baicea dengan harga sepuluh buah bola sepak. 

Top Skor Terbaik Dalam Piala Dunia

1. Ronaldo (Brasil) – 15 gol (1994, 1998, 2002, 2006).
Pemain legendaris ini dikenang berkat penampilan gemilangnya di Piala Dunia 2002. Selain membawa Brasil menjadi juara, Ronaldo juga menjadi topskor dengan mencetak delapan gol, termasuk dua gol di pertandingan final ke gawang Jerman.

2. Gerd Muller (Jerman Barat) – 14 gol (1970, 1974).
Disebut-sebut sebagai striker kotak penalti terbaik sepanjang masa. Muller mencetak sepuluh gol saat Jerman Barat menjadu juara ketiga di Piala Dunia 1970. Ia kemudian membuat empat gol pada 1974, termasuk gol penentu kemenangan negaranya atas Belanda di pertandingan final.

3. Just Fontaine (Prancis) – 13 gol (1958).
Seperti halnya Kosics, Fontaine hanya tampil di satu Piala Dunia. Namun sampai saat ini ia adalah topskor dengan gol terbanyak dalam sebuah turnamen, dengan mencetak 13 gol saat membawa Prancis menjadi juara ketiga di Piala Dunia 1958.

4. Pele (Brasil) 12 gol (1958, 1962, 1966, 1970).
Pemain yang dijuluki ‘The King’ ini sudah mendunia di usia 17 tahun. Ia mencetak dua gol di final Piala Dunia 1958 dan membawa Brasil mengalahkan Swedia. Ia menutup kariernya di Piala Dunia 1970 dengan membuat satu gol di pertandingan final saat timnya mengalahkan Italia 4-1.

5. Sandor Kosics (Hongaria) – 11 gol (1954).
Kosics hanya sekali bermain di Piala Dunia. Ia merupakan pemain kunci dalam tim Hongaria yang tampil luar biasa di tahun 1954. Ia membuat gol di setiap pertandingan, kecuali di final saat timnya secara mengejutkan kalah dari Jerman.

6. Jurgen Klinsmann (Jerman) – 11 gol (1990, 1994, 1998).
Striker haus gol yang mencetak gol di tiga Piala Dunia secara berturut-turut dan menjalin kerjasama mengesankan dengan Rudi Voller di Piala Dunia 1990 dan 1994.

7. Helmut Rahn (Jerman Barat) – 10 gol (1954, 1958).
Pemain berjulukan ‘The Cannon from Essen’ ini dikenal berkat dua golnya di Piala Dunia 1954 ke gawang Hongaria dan membantu Jerman meraih juara dunia untuk pertama kalinya. Ia mencetak sepuluh gol hanya dalam sembilan pertandingan.

8. Gabriel Batistuta (Argentina) – 10 gol (1994, 1998, 2002).
Striker legendaris Argentina ini dikenal dengan tendangan kaki kanannya yang sangat keras. Ia membuat gol saat berada di puncak karier pada Piala Dunia 1994 dan 1998, dan juga sempat mencetak gol saat menjadi veteran di Piala Dunia 2002.

9. Gary Lineker (Inggris) – 10 gol (1986, 1990).
Topskor di Piala Dunia 1986 dengan mencetak enam gol. Ia kemudian mencetak empat gol lagi di Piala Dunia 1990 saat Inggris menjadi juara keempat.

10. Teifilo Cubillas (Peru) – mencetak 10 gol (Piala Dunia 1970, 1978 dan 1982).
Cubillas masih tercatat sebagai pemain terbaik Peru sepanjang masa. Ia berperan besar dalam membawa negaranya melaju sampai perempat final 1970. Delapan tahun kemudian, ia mencetak sebuah gol indah di Piala Dunia Argentina.

Isi Surat Terbuka Putri Nurdin Halid Untuk Rakyat Indonesia dan Balasannya!

Pernikahan putri bungsu Nurdin Halid yang menghabiskan biaya Rp 5  Miliar sangat mewah tentunya
Pernikahan putri bungsu Nurdin Halid yang menghabiskan
biaya Rp 5 Miliar sangat mewah tentunya

Disebuah rubrik di Kompasiana di posting tanngal 22 Februari 2011 surat terbuka putri Nurdin Halid, putri bungsu ketua pengurus PSSI yang bernama Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari ini membela sang ayah Nurdin Halid yang saat ini menjadi fokus hujatan atas pencalonannya kembali sebagai ketua PSSI periode berikutnya. Namanya juga sang anak ya pasti membela sang ayah. Bagaimana isi lengkap surat tersebut berikut kita simak bersama.

Pesta pernikahan Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari  putri  bungsu Nurdin Halid diklaimmenghabiskan Rp 5 Miliar
Pesta pernikahan Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari putri bungsu Nurdin Halid diklaimmenghabiskan Rp 5 Miliar

Salam damai rakyat Indonesia,

Perkenalkan saya Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari, putri Bapak Nurdin Halid yang belakangan ini sedang diributkan oleh orang-orang. Saya satu-satunya putri dari enam bersaudara anak pasangan Nurdin Halid dan Andi Nurbani. Dari susunan keluarga ini saja saya sudah bisa melihat bahwa ayah saya orang hebat. Gen laki-laki sangat kuat. Kentara sekali gen orang Bugis dengan karakter lelaki yang kuat. Ya, ayah yang dilahirkan di Watampone pada 17 November 1958 memang dari keluarga Bugis.

Saya sengaja menulis surat ini lantaran ayah terus menerus dihujat. Masyarakat tampaknya termakan berita-berita di televisi maupun surat kabar. Sebenarnya, kalau mau fakta yang sesungguhnya, ada baiknya melihat tayangan tvOne dan ANTV, atau baca vivanews.com. Ketiga media ini menyuguhkan berita-berita independen tanpa prasangka. Sementara media lain lebih berat untuk menjatuhkan ayah saya. Menurut saya ini bukan lantaran ketiga media itu milik keluarga Aburizal Bakrie, senior ayah saya di Golkar, tetapi media itu ditangani orang-orang profesional macam Karni Ilyas, maupun Uni Lubis.

Sesungguhnya, tak benar jika ayah serakah kekuasaan. Ayah saya sekadar bumper dari orang-orang lain. Kisruh calon ketua PSSI bukan lantaran ulah ayah saya, tetapi kerja tim verifikasi. Lalu, kenapa ayah saya yang dihujat? Ini kolektif PSSI bukan Nurdin Halid!

Buat apa ayah saya cari kekuasaan di PSSI? Toh sebagai pengusaha, ayah saya sudah kaya. Saya bangga punya ayah Nurdin Halid. Ia bertanggungjawab kepada keluarga. Ada hal berkesan darinya saat saya nikah tahun lalu. Ayah sungguh-sungguh memperhatikan kepentinganku. Aku bisa pesta di hotel mewah di Makassar, Hotel Clarion. Di ballroom pula! Pesta berlangsung meriah dengan balutan “kemegahan”. Ayah orang hebat, terbukti 8.000 orang undangan hadir di pesta pernikahanku.

Kata omku, Kadir Halid, khusus pesta pernikahan di Makassar menelan biaya Rp 1,5 miliar-Rp 1,8 miliar. Total biaya tiga acara, Jakarta, Makassar, dan Sinjai konon menghabiskan Rp 5 miliar. Untuk menghibur tetamu, keluarga juga menghadirkan artis ternama Tanah Air, duet Anang dan Syahrini. Mereka yang hadir di antara tamu very important (VIP) di antaranya Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo beserta istri Ayunsri Harahap yang memboyong belasan kepala dinas dan kepala biro di lingkup pemerintah provinsi (pemprov). Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh beserta istri, mantan Gubernur Sulsel Amin Syam beserta istri, serta mayoritas bupati di daerah ini juga hadir. Mereka di antaranya Bupati Soppeng Andi Soetomo, Bupati Takalar Ibrahim Rewa, Bupati Jeneponto Andi Radjamilo, Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid, Bupati Maros Hatta Rahman, Bupati Lutim Hatta Marakarma, pimpinan dan anggota DPRD, serta politisi di Sulawesi ini.

Jadi, kalau ayah saya sebagai koruptor, jelas tak ada yang mau hadir dalam pesta perkawinanku. Mana ada lelaki yang mau sama putri seorang koruptor. Malah aku bisa dipersunting keluarga biru, Andi Seto Gadhysta Asapa, putra seorang politisi terkenal Rudiyanto Asapa. Coba, seorang politisi tentu enggan berbesanan dengan koruptor.

Mertuaku tahu, Nurdin Halid bukanlah koruptor. Ketika ayah menjadi direktur Inkud, ia rela ditahan karena memuluskan impor minyak goreng. Padahal ayah membantu para pejabat agar memperoleh bagian dari impor itu. Ayah rela pasang badan di bui demi pertemanan dengan yang lain. Begitupun saat dituduh korupsi cengkeh, ayah saya hanya menjalani jual-beli!. Lalu ada lagi ribut-ribut ayah saya korupsi di PSSI, walah musykil itu. Tak ada uang dari Persisam. Tak ada uang terkait cek perjalanan Miranda Gultom. Ayah saya orang bersih, tetapi iklhlas untuk jadi bumper teman-temannya.

Ayah saya bertanggung-jawab dengan nama Nurdin Halid yang berarti “cahaya agama yang kekal”. Setiap jengkap langkah ayah senantiasa berpayung agama. Maka, ayah pun mementingkan naik haji. Ayah ingin berjalan di jalur Tuhan, bukan syetan yang punya nafsu serakah. Rasanya, rakyat Indonesia keliru menilai ayah saya. Justru saya yang tahu persis, ayah saya orang bersih yang hebat. Sebab, kalau ayah buruk hati pasti ditinggalkan teman-temannya. Sampai sekarang, termasuk di PSSI, orang masih setia kepada ayah. Lihat Om Nugraha Besus. Lihat Om Nirwan Bakrie. Mereka loyal terhadap ayah, karena Nurdin Halid memang cahaya agama.

Mudah-mudahan surat terbuka saya ini menjadi pencerah bagi saudara-saudaraku yang terperangkap gelap. Ayah saya datang membawa cahaya buat saudara-saudara rakyat Indonesia. Terimakasih.

Saya yang membanggakan ayah,
Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari


Sedangkan balasan surat anak Nurdin Halid Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari langsung direspon oleh seseorang di Kompasiana di halaman lain menarik tentu isinya bagaimana konter pada surat sang putri bungsu ketua PSSI tersebut, mari kita simak bersama dengan seksama, semoga keluarga yang bersangkutan bisa membca dan melihatnya tentunya

Menarik sekali surat dari anda, mbak. Terlihat sekali bahwa anda sangat mencintai ayah anda (dan harusnya begitulah seorang anak bersikap kepada orang tuanya)

Tapi sejujurnya kita janganlah buta mata hati kita terhadap apa yg terjadi. Pro-kontra adalah hal yg biasa (temen saya dulu yg copet aja juga punya banyak temen, baca : pro). Gk ada salahnya anda memperhatikan apa yg terjadi dewasa ini, mungkin juga memperhatikan saya yg “kere” ini (tapi saya bangga, inilah hidup saya)

1. Saat (alm) ayah saya judi, karna gk kuat melawan dengan perbuatan maka saya lawan dengan sikap. Dan itulah cara saya berbakti.

2. Antv, tv0ne, vivanews.
Pernahkah memberitakan antusias masyarakat dengan hadirnya LPI ?
(malah yg ada memberitakan tentang wasit di skors, tim dicabut haknya, surat “FIFA”, menghalangi transfer pemain, mengancam deportasi, dll)

3. Kalo benar-benar “cahaya agama” bisa gk mengartikan kalimat ini :
“The members of Executive Committee… must not have been previously found guilty of criminal offense”

4. Bukan koruptor bisa jadi patokan bahwa yg hadir dalam pernikahan itu banyak ?
Jangan salah, mafia kalo anaknya nikah, yg hadir juga banyak loh mbak. Ditingkat lokal saja bandar judi juga pesta pernikahan anaknya diadakan besar-besaran (bahkan orang-orang penting juga banyak yg hadir)

5. Gk ada yg mau punya istri anak koruptor ?
Jangan salah, sekelas copet atau maling ayam aja juga punya anak, istri, mantu, besan.

6. Nugraha Besoes, Nirwan Bakrie royal kepada ayah anda ?
Jangan lupa mbak, semua penjahat paling hebat di dunia sekalipun pasti punya “tangan kanan”

7. Kalo benar “cahaya agama”, bagaimana seandainya kalau rakyat bawah (suporter) menuntut ayah anda mundur ?
Khalifah itu harus mengayomi kaumnya lho, bukan mengayomi “kroninya”

8. Mbak punya TV kan ?
Coba lihat Lensa Olahraga, ada gk liputan pertandingan LPI ?
(pembodohan, pembunuhan karakter)

9. Mbak punya HP kan ?
Coba klik vivanews, ada gk liputan pertandingan LPI ?
(lagi lagi intervensi media)

10. Kenapa LPI ilegal ? (versi PSSI)
Karena LPI tidak mendapat ijin dari PSSI.
Kenapa tidak dapat ijin ?
Apakah karena LPI tidak memberikan “fee” kepada PSSI ?
Kenapa ada Coppa Indonesia ?
Karena Coppa Indonesia memberikan “fee” kepada PSSI.
Kenapa PSSI merasa terancam dengan hadirnya LPI ?
Karena LPI lebih profesional tanpa mengandalkan APBN dan APBD dari klub yg notabene membantu “menyuburkan” neraca R/L PSSI.

11. Mbak, kenapa ayah anda gk mau PSSI dipimpin oleh George Toisutta atau Arifin Panigoro ? Padahal jelas program mereka untuk memajukan persepakbolaan Indonesia sangat nyata. Koq lebih memilih status quo ya mbak, apa karna ayah anda tidak punya “kekuasaan” lagi, keluarga anda gk bisa hidup ? (buktikan)

12. Ayah anda selalu menggunakan kata “demokrasi” dalam berbagai kesempatan. Apakah salah bila saya mengartikan demokrasi adalah :
Pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat ?
(karena ini konteks sepakbola, maka rakyat disini adalah suporter dan masyarakat pecinta sepakbola)

13. Ayah anda selalu menggunakan kata “statuta” dalam berbagai kesempatan. Tapi koq kenapa “statuta” yg dimaksud hanya untuk kepentingan pribadi dan golongannya, mereka-reka statuta agar mengganjal pihak laen, mereka-reka statuta agar bisa memuluskan diri sendiri.

Sekian dulu mbak, saya gk mau mempermasalahkan pihak pengadilan Samarinda yg telah mengganjal ayah anda, silahkan berjalan karna itulah proses hukum. Sampaikan salam saya kepada ayah anda, terimakasih telah memimpin PSSI selama 2 periode ini dengan segala baik & buruknya.

Jangan jadikan PSSI sebagai ajang kekuasaan, jadikan PSSI sebagai wadah untuk memajukan persepakbolaan Indonesia.

BRAVO SEPAKBOLA INDONESIA

Bagaimana mbak Andi tanggapan selanjutnya?


10 Kiper Terbaik Sepanjang Masa

//
//

1. Dida (Brasil)

Setelah Claudio Taffarel, Dida menjadi kiper baru asal Brasil yang diperhitungkan dalam dunia sepakbola. Hal itu terbukti saat dirinya menjadi kiper pertama dari tim Samba yang termasuk dalam kandidat peraih Ballon d’Or di tahun 2003 dan 2005.
Biarpun Dida telah memenangkan Piala Dunia bersama Brasil, dan berbagai gelar domestik & internasional bersama AC Milan, sayangnya ia juga dikenal akibat beberapa insiden yang kurang baik. Yang terakhir adalah saat ia pura-pura jatuh dan terluka saat disentuh oleh seorang suporter Glasgow Celtic di pertandingan Liga Champions.

2. Dino Zoff (Italia)

Piala Dunia 1982 menjadi puncak prestasi Zoff. Di usianya yang ke-40, ia menjadi pemain tertua yang memenangkan Piala Dunia. Selain itu, ia juga menjadi kiper kedua yang menjadi kapten di tim yang juara, dan juga terpilih menjadi kiper terbaik.
Padahal di awal karirnya, ia sempat ditolak oleh Inter Milan dan Juventus karena dianggap kurang tinggi. Di jajak pendapat untuk mencari kiper terbaik di abad ke-20 yang dilaksanakan oleh Federasi Internasional Statistik dan Sejarah Sepakbola (IFFHS), Zoff berada di posisi ketiga di bawah Lev Yashin (Uni Soviet) dan Gordon Banks (Inggris).

3. Edwin van der Sar (Belanda)

Saat van der Sar memblok tendangan Nicolas Anelka di final Liga Champions, ia benar-benar menjadi momok bagi pemain Chelsea saat adu penalti. Hal itu karena di ajang Community Shield sebelumnya, ia juga telah melakukan hal yang sama dengan menepis semua tendangan penalti yang dilakukan pemain The Blues.
Van der Sar menjadi pemain yang paling banyak membela tim nasional Belanda dengan tampil sebanyak 128 kali dan akhirnya pensiun setelah Euro 2008. Ia juga mencatatkan dirinya sebagai kiper yang menjuarai Liga Champions bersama dua klub yang berbeda, yaitu Ajax Amsterdam dan Manchester United.

4. Gianluigi Buffon (Italia)

Nilai transfer yang menjadikannya kiper termahal di dunia menjadi bukti kepiawaian Buffon (foto) menjaga gawang di lapangan hijau. Selain itu, sederet gelar individual yang diraihnya dari berbagai pihak juga menjadi jaminan atas kemampuannya.
Saat di Piala Dunia 2006, gawangnya tidak tertembus satu gol pun selama 453 menit hingga akhirnya Azzurri menjadi juara dan Buffon mendapatkan Lev Yashin Award sebagai kiper terbaik selama turnamen tersebut.

5. Gordon Banks (Inggris)

Banks menjadi pilihan pertama manajer Inggris Sir Alf Ramsey saat Three Lions menjuarai Piala Dunia 1966. Namun, ia baru menjadi legenda di dunia sepakbola lewat tindakan yang dilakukannya empat tahun kemudian di Piala Dunia Meksiko.
Saat Inggris bertanding melawan Brasil, Pele menanduk bola ke tiang jauh gawang Inggris sambil berteriak “Gol!”. Hal itu dilakukannya karena ia sangat yakin Banks tidak dapat menyelamatkan gawangnya.
Tetapi Banks yang berada dalam posisi yang salah, berhasil melompat ke arah yang berlawanan dan menyentuh bola tersebut dengan sebagian ibu jarinya hingga bola itu mental melewati mistar gawang.
Sang kiper tahu ia dapat menyentuh bola, namun berpikir bolanya masih melewati garis gawang. Ia baru sadar tidak terjadi gol setelah mendengar sambutan dari penonton di stadion dan diselamati oleh kapten Bobby Moore. Pele sendiri mengatakan kalau penyelamatan yang dilakukan Banks tersebut adalah yang terhebat yang pernah ia saksikan.

6. Iker Casillas (Spanyol)

Ia baru berusia 27 tahun, tetapi telah tampil lebih dari 300 kali bagi Real Madrid dan menjadi kiper kedua yang bermain paling banyak bagi tim nasional Spanyol setelah Andoni Zubizarreta. Saat Spanyol menjuarai Euro 2008, Casillas menjadi kiper pertama yang menjadi kapten di tim juara turnamen Eropa.
Walaupun ia baru bermain di tim senior Madrid sejak 1999, ia kelihatannya selalu menjadi pilihan pertama Los Merengues di bawah mistar. Di usianya yang ke-19, Casillas menjadi kiper paling muda yang tampil di final Liga Champions saat Madrid mengalahkan Valencis 3-0.

7. Lev Yashin (Uni Soviet)

Pemain legendaris ini merupakan kiper yang berada di urutan paling atas dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh IFFHS. Yashin terpilih berkat kemampuan atletisnya dan juga postur tubuhnya yang membuat gentar para pemain penyerang lawan.
Ia mendapat julukan Laba-Laba Hitam karena selalu mengenakan kostum hitam dan juga karena keahliannya menepis tembakan lawan seolah-olah membuatnya memiliki delapan tangan.
Pemakaian namanya oleh FIFA untuk penghargaan bagi kiper terbaik di setiap Piala Dunia merupakan pengakuan insan sepakbola dunia terhadap prestasinya.

8. Peter Schmeichel (Denmark)

Tinggi besar, rambut pirang, dan hidung merah. Tiga hal tersebut adalah hal yang selalu tampil di ingatan bila nama Schmeichel disebut. Namun bagi para striker yang menjadi lawan Manchester United dan tim nasional Denmark, The Great Dane itu menjadi tembok raksasa yang tak dapat ditembus.
Tingkat refleksnya yang mengagumkan bagi orang seukuran dia, serta kemampuannya mengubah pertahanan menjadi penyerangan langsung lewat lemparan jauhnya ke para penyerang, menjadi salah satu alasan utama mengapa United menjadi tim yang mendominasi Liga Primer Inggris di era 90an.

9. Petr Cech (Republik Ceko)

Ketika Chelsea menjadi juara Liga Primer selama dua kali berturut-turut, banyak pihak menganggap itu adalah akibat dari tangan dingin Jose Mourinho. Tetapi yang berada di bawah mistar The Blues adalah Cech, yang baru dibeli dari Rennes dan tadinya akan dijadikan cadangan Carlo Cudicini.
Saat Cech harus absen selama tiga bulan akibat benturan dengan pemain Reading Stephen Hunt, Chelsea gagal mempertahankan gelar Liga Primer. Insiden tersebut membuat Cech harus mengenakan pelindung kepala hingga sekarang.
Cech menjadi kiper terbaik 2008 pilihan UEFA, dan walaupun sempat membuat blunder di Euro 2008 saat melawan Turki, ia tetap menjadi pilihan pertama di tim nasional Republik Ceko dan juga Stamford Bridge.

10. Rinat Dasayev (Uni Soviet)

Bila tidak ada trio Belanda Ruud Gullit, Frank Rijkaard, dan Marco van Basten, bisa jadi tim Uni Soviet yang akan menjadi juara di Euro 1988. Dasayev tampil cemerlang selama berlangsungnya turnamen di Jerman, dan hanya Gullit dan tendangan volley van Basten yang mampu mematahkan perlawanan Soviet di final.
Dasayev yang dijuluki “Tirai Besi” dianggap sebagai kiper terbaik kedua di Rusia setelah Yashin. Ia tampil di tiga Piala Dunia dan bermain sebanyak 91 kali bagi tim nasional Soviet hingga pensiun di tahun 1990.
Terakhir ia tampil di Luzhniki Stadium saat final Liga Champions Mei lalu dengan membawa piala tersebut ke lapangan. Hal itu berkaitan dengan tugasnya sebagai duta final itu di Moskwa.