Arsip Blog

Lagu Anak Anak < Lagu Dewasa Jaman Sekarang

Kemarin malam Kaler dilarikan ke rumah sakit karena epilepsy akut mendadak. Entah kenapa Kaler yang sehat lahir batin bisa teguncang seperti itu, setelah ditanyakan ke dokter spesialis spesies Kaler, ternyata Kaler menderita sebuah penyakit yang umum saat ini yaitu “Boybandbocahfobia” yaitu fobia pada boyband berusia dini yang menari dan bernyanyi di depan tv. Memang benar Kaler sempat menonton konser boyband sebelum lepas kontrol. Sungguh mengenaskan nasib Kaler saat ini, Muka yang hancur itu sudah diperhancur lagi hingga tak dikenali wajahnya, otaknya mengkerut dan banyak lagi, satu satunya cara menyembuhkannya hanya dengan mendegarkan lagu lagu anak kecil jaman dulu. Kalerpun melakukan therapy yang mengharuskan Kaler mendengarkan lagu Balonku,Pelangi Pelangi dan lagu anak lainnya 100 kali sehari. Seminggu kemudian Kaler pun keluar dengan sehat dan selamat. (tetapi masih dengan muka yang hancur)

99,100 % lagu lagu jaman sekarang itu diperuntukkan untuk manusia remaja dan dewasa ya, kasian banget anak anak sekarang udah dengerin lagu lagu yang belum pantes didenger bagi seusianya. Dan gue lebih kasian lagi ngeliat anak anak dibawah umur udah nyanyiin lagu dewasa seperti boyband cilik yang nyanyi “ kau bidadari bangkit dari neraka lakn*t dunia “ atau apalah itu. Kasian.

Disisi lain masa kecil itu harusnya dilengkapi oleh lagu lagu yang sangat menarik dan lugu bagi anak anak bukannya lagu patah hati,pingin mati,cinta terlarang dan lainnya. Gue takut 10 tahun lagi anak cowok umur 5 tahun udah galau gara gara diselingkuhin sama pacarnya terus pengen bunuh diri. Sama sekali ga lucu kan.

Nah di masa masa kayak ginilah seharusnya para musisi sadar diri agar mempunyai rasa untuk membuat 1 atau 2 lagu anak anak yang baik. Walaupun keuntungan tidak seberapa tapi kan pahala tak terhingga. Gue disini hanya bisa berkomentar saja dan memaparkan apa saja dampak dampak yang terjadi jika tak ada sama sekali lagu anak anak yang menghiasi masa bahagia mereka. Cekidot :

1. Terlalu Cepat Dewasa

                Anak anak bisa makin sotoy, bisa makin pengen tahu apa saja yang ada didalam lirik dari lagu dewasa, ngebayangin kalo anak anak yang udah ngerti internet ngesearch google dengan kata “ bercinta” , terus dibuka picturenya. Bengonglah sudah mereka.

2. Ketagihan

                Tau kan lagu lagu sekarang itu diputer dimana mana, di radio di tv dan si sudut mana pun sekarang orang dengerin music semua. Gue tau anak anak itu ikut ikutan lingkungan sekitarnya. Lingkungan sekitar ngedengerin lagu remaja semua ya anak anak bakal ikut ikut denger, dan akhirnya ketagihan. Terus minta hp atau gadget lain deh untuk dengerin lagu lagu itu daripada bermain bersama matahari.

Lalu apa yang harus dilakukan?

1. Mengatur semuanya

Menurut gue sih biar sama sama enak itu porsi tayangan kartun dan reality show dll bisa dibagi rata supaya anak anak ga begitu terpengaruh akan tayangan ga pantas, Paling anak anak nontonnya 2 jam perhari kan?

2. Cari sendiri

Yaudah cari sendiri gimana caranya supaya anak anak hidup bahagia bersama masa kecilnya, gue udah kehabisan ide buat nulis post ini

Udah deh selesai postnya. Pesan gue jangan biarkan anak anak diracuni oleh semua yang ada di tv yang makin aneh aja, kasi lah mereka kartun yang menarik,mendidik dan asyik supaya suatu saat nanti mereka jadi manusia yang berguna dan bukan terjangkit masa kecil kurang bahagia. Sekian dari gue CIAO!

Iklan

12 gu Anak – Anak Indonesia Yang Menyesatka

//
//

Anda mungkin sering mendengar dan menyanyikan lagu anak-anak, baik Anda saat masih kecil atau bernyanyi untuk anak Anda. Ternyata lagu anak-anak yang populer banyak mengandung kesalahan, mengajarkan kerancuan, dan menurunkan motivasi. Berikut buktinya:lagu anak indonesia

1. “Balonku ada 5… rupa-rupa warnanya… merah, kuning, kelabu.. merah muda dan biru… meletus balon hijau, dorrrr!!!” Perhatikan warna-warna kelima balon tsb., kenapa tiba2 muncul warna hijau ? Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5!

2. “Aku seorang kapiten… mempunyai pedang panjang… kalo berjalan prok..prok.. prok… aku seorang kapiten!” Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang pedangnya, tapi di bait kedua dia cerita tentang sepatunya (inkonsistensi) . Harusnya dia tetap konsisten, misal jika ingin cerita tentang sepatunya seharusnya dia bernyanyi : “mempunyai sepatu baja (bukan pedang panjang)… kalo berjalan prok..prok.. prok..” nah, itu baru klop! jika ingin cerita tentang pedangnya, harusnya dia bernyanyi : “mempunyai pedang panjang… kalo berjalan ndul..gondal. .gandul.. atau srek.. srek.. srek..” itu baru sesuai dg kondisi pedang panjangnya!

3. “Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi.. habis mandi ku tolong ibu.. membersihkan tempat tidurku..” Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan tempat tidur. Lagu ini membuat anak-anak tidak bisa terprogram secara baik dalam menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-buru. Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung membersihkan tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang!

4. “Naik-naik ke puncak gunung.. tinggi.. tinggi sekali.. kiri kanan kulihat saja.. banyak pohon cemara.. 2X” Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsentrasi, semangat dan motivasi! Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang tinggi tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan yg tajam mendaki lalu jadi bingung dan gak tau mau ngapain, bisanya cuma noleh ke kiri ke kanan aja, gak maju2!

5. “Naik kereta api tut..tut..tut. . siapa hendak turut ke Bandung .. Surabaya .. bolehlah naik dengan naik percuma.. ayo kawanku lekas naik.. keretaku tak berhenti lama” Nah, yg begini ini yg parah! mengajarkan anak-anak kalo sudah dewasa maunya gratis melulu. Pantesan PJKA rugi terus! terutama jalur Jakarta- Bandung dan Jakarta-Surabaya!

6. “Di pucuk pohon cempaka.. burung kutilang berbunyi.. bersiul2 sepanjang hari dg tak jemu2.. mengangguk2 sambil bernyanyi tri li li..li..li.. li..li..” Ini juga menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak2 akan realita yg sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya cuit..cuit.. cuit..! kalo tri li li li li itu bunyi kalo yang nyanyi orang, bukan burung!

7. “Pok ame ame.. belalang kupu2.. siang makan nasi, kalo malam minum susu..”
Ini jelas lagu dewasa dan untuk konsumsi anak2! karena yg disebutkan di atas itu adalah kegiatan orang dewasa, bukan anak kecil. Kalo anak kecil, karena belom boleh maem nasi, jadi gak pagi gak malem ya minum susu!

8. “nina bobo oh nina bobo kalau tidak bobo digigit nyamuk”
Anak2 indonesia diajak tidur dgn lagu yg “mengancam”

9. “Bintang kecil dilangit yg biru…”
Bintang khan adanya malem, lah kalo malem bukannya langit item?

10. “Ibu kita Kartini…harum namanya.”
Namanya Kartini atau Harum?

11. “Pada hari minggu ku turut ayah ke kota. naik delman istimewa kududuk di muka.”
Nah,gak sopan khan..

12. “Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung dikebun kita…”
kalo mau nanam jagung, ngapain nyangkul dalam-dalam.