Halo pembaca Demonmagz! Disini gue Jurnalis Kaler akan membuat program baru di Demonmagz yang bertemakan “ Demonmagz Jalan – Jalan”! Di Demonmagz Jalan – Jalan ini gue akan menyusuri berbagai tempat di kota kota sekitaran rumah gue ataupun yang jauh dari rumah. Disajikan secara santai.lugas tapi bisa dijadikan referensi untuk liburan.

Untuk Episode pertama Demonmagz Jalan – Jalan gue berkunjung ke Puri Ubud,Bali. Kalo di Bali ada Kuta yang surganya para anak muda, Di Bali ada juga surge para orangtua yang bernama Desa Ubud,Gianyar. Di tulisan ini gue tidak akan menjelaskan secara gambling seluk beluk Desa Ubud tapi gue akan menceritakan tentang prosesi kremasi yang terkenal di bali bernama “ngaben”.

Ngaben adalah proses kremasi yang sangat sakral di Bali,Disini gue akan meliput kegiatan dan proses Ngaben di Puri Ubud yang terkenal membuat proses kremasi ini secara besar besaran dan mungkin selalu terbesar di Bali.

Pada 1 November gue berangkat untuk mengikuti proses kremasi yang amat besar dan melibatkan sekitar 2500 orang dalam 1 hari.

Foto : Jurnalis Kaler dapat kesempatan buat nyelip di belakang Pangdam (lumayan bisa terobos lampu merah)

100_1013[1]

 

Dari denpasar ke Ubud bisa menghabiskan waktu sekitar 1 jam 30 menit. Ga perlu takut bosen!di perjalanan ada banyak banget pemandangan seperti pasar,toko lukisan ataupun hamparan sawah di tepi jalan.

Akhirnya gue sampai di Puri Ubud tempat dilaksanakannya Ngaben istri dari Penglingsir ( tetua) dari Puri Ubud. Perlu diketahui lagi untuk membawa mayat untuk dikremasi di Setra (kuburan) biasanya diangkat memakai bambu yang dibentuk sedemikian rupa agar menjadi seperti menara.

Kayak gini fotonya,bayangin 30 meter tingginya dan beratnya sekitar 2 ton ( terus diangkat ) dan dibuat dengan tangan.bisa jadi termasuk tertinggi dalam sejarah :

100_1015[1]

 

Disini Jurnalis Kaler dapat kesempatan yang jarang ada yaitu boleh masuk ke ruang VIP tempat beradanya petinggi Kerajaan seluruh bali,pangdam, Menteri dan pejabat lainnya. Sekali seumur hidup bro dapet kesempatan gini.

100_1017100_1020

Setelah makan siang (makan siangnya enak) kita langsung dituntun ke tengah jalan untuk mengikuti proses pembawaan layon (mayat) ke setra. Gila! Ribuan orang termasuk orang asing bertumpah ruah di jalanan, Kalo kamu ga liat ga bakal tau rasanya. Sekali sekali kamu harus kesini saat ada prosesi ini lagi.

Proses berjalan khidmat  dan sangat keren. Semua kabel listrik dipotong agar tidak menghalangi. Semua toko tutup untuk menghormati.

Sekian dari tulisan gue, Jurnalis Kaler. Mungkin saat kamu liburan jalan jalanlah ke Ubud barang 2 – 3 hari untuk melihat alamnya,museum historisnya dan jangan lupa ke Purinya. Dijamin ga bakal nyesel!

 

 

 

Iklan

About demonmagz

Just a Blogger,please read and coment my blog! Thanks!

Posted on November 2, 2013, in Edukasi, Informasi Menarik, Tempat Tempat Menarik, Tulisan Pribadi and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: