Sisi Positif dan Negatif Dalam Ujian Nasional


Kata ayah gue kita sekolah itu bukan nyari nilai,tapi kita nyari pendidikan dan bimbingan. Sekilas gue seneng dan cukup lega. Tapi setelah gue ngasi raport ke orang tua gue seketika tuturan beliau jadi berbanding 180derajat. dimarahin abis mbakbro.

Kenapa nilai selalu menjadi prioritas utama dalam sekolah? siapa tau ada orang yang nyontek terus dia dapet nilai lebih besar dari yang dicontekin. Jadinya siswa yang pintar “mencontek” yang nanti akan mendapat nilai besar,bukan yang rajin belajar. Dan sekarang di Indonesia inilah suatu Nilai menjadi sebuah “dewa”, bagaimana tidak dari gue belajar selama 3 tahun di SMP, kelulusan gue cuman ditentukan lewat 4 hari. Satu pertanyaan aja dalam hati : buat apa kita belajar 3 tahun kalo materi bisa disingkat jadi 1 semester?

Jadi alasan gue buat tulisan ini bukan untuk mengeluh sebenarnya tapi lebih menjurus ke keluhan keluhan umum yang gue baca di media sosial. Kata orang bijak didalam sebuah kesengsaraan pasti ada hal positif di dalamnya. gue gatau ini kata orang bijak mana atau cuman buatan asal asalan gue. jadi gue ingin menelitik apasih hal positif dan negatif dari sebuah ujian hidup siswa yang bernama Ujian Nasional?

POSITIP :

  • Mungkin pemerintah membuat ujian nasional agar siswa dapat mengetahui arti penting dari belajar sungguh sungguh. jadi dibuatlah UN yang memaksimalkan siswa untuk bekerja keras dalam belajar lebih giat.
  • Untuk memudahkan menyeleksi siapa siswa yang patut masuk ke jenjang lebih tinggi yang berkualitas atau tidak. Ngerti maksud gue? gini, dulu sebelum ada Ujian Nasional nilai yang dipakai hanyalah nilai Ujian Sekolah. Jadi sekolah bisa saja semena mena membesarkan nilai siswa siswanya agar masuk Sma favorit. Untuk menghindarkan ini makanya dibuat UN.

NEGATIP :

  • Banyak! Ujian Nasional selain tidak efisien, metode ini sangatlah membebani siswa. Karena siswa terbebani makanya timbul kecurangan kecurangan seperti mencontek, kunci jawaban dll karena saking stressnya siswa untuk belajar.
  • Membuat bertahun tahun proses pembelajaran siswa seperti tidak berguna. karena 3 / 6 tahun disingkat menjadi 4 hari saja penentuannya.Juga banyak siswa yang mempunyai kelebihan berbeda,bukan hanya 4 pelajaran inti itu saja.

“SOLUSHIT” :

  • Bisa saja pemerinthah membuat solusi yang lebih baik dari Ujian Nasional, yang lebih efektif dan meringankan siswa. gue tau pemerintah banyak punya urusan tapi mungkin bisa dicicil cicil pemikiran dan percobaan penggantian metode ini. Alangkah baiknya pemerintah bisa memperbaiki Ujian Nasional ini. Tinggal gue dan siswa lain menunggu untuk perbaikan demi perbaikan.

Writer : @AgungPutra_P

Iklan

About demonmagz

Just a Blogger,please read and coment my blog! Thanks!

Posted on April 15, 2013, in Edukasi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: